Selasa, 02 April 2013

Merasuk jiwa

Masih  saja aku merasa puisi yang kau tulis teruntukku,
mungkin juga yang turut membacanya merasakan teruntuk dia
karena indah bahasamu
justru itu nilai tinggi  seorang penyair
setiap yang dia tulis merasuk ke dalam jiwa bagi yang membaca
dan aku akan selalu mengagumimu sebagai seorang penyair
mungkin dengan perjalanan waktu aku mampu menyadari diri

Trier 0204013

Selasa, 25 Desember 2012

 Doa

Doaku adalah puisi bagi mreka yang telah pergi
diamku adalah kenang,
yang terindah bersemayam didasar sukma
Tsunami gelombangmu adalah duka 

delapan tahun sudah tak trbendung jua air mata.

Trier 25.12.012

Selasa, 13 November 2012

 Sunyi

Di pelupuk mata itu bayangan mengkelebat cahaya, 
sunyi berlayar sendiri ke matahari. 

Rindu

Masih basah tanah sisa hujan semalam,
namun siang ini merinai kembali gerimis,
basah jua rinduku padamu 


Musim gugur

Musim gugur kian membasah
derai hujan derai berderai
dentingnya Symphonie Melancholie sesak merasuk dada.

wahai angin musin gugur seberangkan daun daun 
rindu bagi kekasih.

 Wajah rindu
 
Purnama temaram di peluk awan
biasnya seram mengambang warna
sunyi jua kian merasukk wajah jiwa yang merindu

Trier 14 November 2012
 

Senin, 22 Oktober 2012

Rindu

Rinduku tergelepar di pantai
pucuk cemara melambai lambai memanggil namamu
gelombang yang menghempas melukis bayangmu.

Kekasih kekasih dimanakah pusaramu
aku remuk redam..

Duh, rindu: kutepuk dada seirama didong
agar nyeri yg menohok dijantung segera sirna

duh, kekasih: dilaut atau didataran manakah kan kusemai Rindu
mungkin jua di cakrawala dan di saatnya tiba kita tuai bersama


pertengahan musim gugur 2012 Trier

Sabtu, 06 Oktober 2012

Malam kian larut rinai gerimis enggan berhenti dan sunyi jua menemani hati.



 Kurangkai rindu pada tampuk mawar merahhati agar tetap harum mewangi dalam sukma dan angin hembuskan harumnya bagi kekasih yg dalam gelutan malam sunyi.

Desir mendesir angin dingin dimusim gugur dentingnya mengalun pilu dalam jiwa yg merindu.

Rabu, 25 Juli 2012

Karena rindu dendampun berkesumat <3

Dia yang mengkasap dendam menengadah ke lagit mengharap
matahari menyunting purnama

Jumat, 04 Mei 2012

Rindu

Dia yang bertarung dengan rindu
bergelut dengan dupa cendana yang mendera dada
mengapa hati tak tentram
karena merangkai waktu dalam usia
kemana hati hendak dibawa
cakrawala jua tempat menyimpan jiwa

Trier 0505012