Kulepaskan kupu kupu dari genggaman hati
walau tariannya masih meliuk
didalam sukma
dengan perjalanan waktu aku akan menyadari diri
karena
tempatmu berada ditaman indah
ditampuk mawar api
dia tentu selalu
merawatmu dengan peuh kasih.
0404013
Jumat, 05 April 2013
Selasa, 02 April 2013
Merasuk jiwa
Masih saja aku merasa puisi yang kau tulis teruntukku,
mungkin juga yang turut membacanya merasakan teruntuk dia
karena indah bahasamu
justru itu nilai tinggi seorang penyair
setiap yang dia tulis merasuk ke dalam jiwa bagi yang membaca
dan aku akan selalu mengagumimu sebagai seorang penyair
mungkin dengan perjalanan waktu aku mampu menyadari diri
Trier 0204013
mungkin juga yang turut membacanya merasakan teruntuk dia
karena indah bahasamu
justru itu nilai tinggi seorang penyair
setiap yang dia tulis merasuk ke dalam jiwa bagi yang membaca
dan aku akan selalu mengagumimu sebagai seorang penyair
mungkin dengan perjalanan waktu aku mampu menyadari diri
Trier 0204013
Selasa, 25 Desember 2012
Selasa, 13 November 2012
Sunyi
Di pelupuk mata itu bayangan mengkelebat cahaya,
sunyi berlayar sendiri ke matahari.
Rindu
Masih basah tanah sisa hujan semalam,
namun siang ini merinai kembali gerimis,
basah jua rinduku padamu
Musim gugur
Musim gugur kian membasah
derai hujan derai berderai
dentingnya Symphonie Melancholie sesak merasuk dada.
wahai angin musin gugur seberangkan daun daun
rindu bagi kekasih.
Wajah rindu
Purnama temaram di peluk awan
biasnya seram mengambang warna
sunyi jua kian merasukk wajah jiwa yang merindu
Trier 14 November 2012
Di pelupuk mata itu bayangan mengkelebat cahaya,
sunyi berlayar sendiri ke matahari.
Rindu
Masih basah tanah sisa hujan semalam,
namun siang ini merinai kembali gerimis,
basah jua rinduku padamu
Musim gugur
Musim gugur kian membasah
derai hujan derai berderai
dentingnya Symphonie Melancholie sesak merasuk dada.
wahai angin musin gugur seberangkan daun daun
rindu bagi kekasih.
Wajah rindu
Purnama temaram di peluk awan
biasnya seram mengambang warna
sunyi jua kian merasukk wajah jiwa yang merindu
Trier 14 November 2012
Senin, 22 Oktober 2012
Rindu
Rinduku tergelepar di pantai
pucuk cemara melambai lambai memanggil namamu
gelombang yang menghempas melukis bayangmu.
Kekasih kekasih dimanakah pusaramu
aku remuk redam..
Duh, rindu: kutepuk dada seirama didong
agar nyeri yg menohok dijantung segera sirna
duh, kekasih: dilaut atau didataran manakah kan kusemai Rindu
mungkin jua di cakrawala dan di saatnya tiba kita tuai bersama
pertengahan musim gugur 2012 Trier
Rinduku tergelepar di pantai
pucuk cemara melambai lambai memanggil namamu
gelombang yang menghempas melukis bayangmu.
Kekasih kekasih dimanakah pusaramu
aku remuk redam..
Duh, rindu: kutepuk dada seirama didong
agar nyeri yg menohok dijantung segera sirna
duh, kekasih: dilaut atau didataran manakah kan kusemai Rindu
mungkin jua di cakrawala dan di saatnya tiba kita tuai bersama
pertengahan musim gugur 2012 Trier
Sabtu, 06 Oktober 2012
Malam kian larut rinai gerimis enggan berhenti dan sunyi jua menemani hati.
Kurangkai rindu pada tampuk mawar merahhati agar tetap harum mewangi dalam sukma dan angin hembuskan harumnya bagi kekasih yg dalam gelutan malam sunyi.
Desir mendesir angin dingin dimusim gugur dentingnya mengalun pilu dalam jiwa yg merindu.
Kurangkai rindu pada tampuk mawar merahhati agar tetap harum mewangi dalam sukma dan angin hembuskan harumnya bagi kekasih yg dalam gelutan malam sunyi.
Desir mendesir angin dingin dimusim gugur dentingnya mengalun pilu dalam jiwa yg merindu.
Langganan:
Postingan (Atom)